Saturday, March 25, 2017

HIPO (Hierarchy Input Process Output)

I. PENGERTIAN

HIPO ( Hierarchy Input Process Output ) adalah suatu teknik pendokumentasian program yang dapat digunakan untuk mengkomunikasikan spesifikasi sistem kepada para programer melalui proses perancangan. Setiap modul HIPO digambarkan oleh fungsi utamanya.


HIPO dapat digunakan sebagai alat pengembangan sistem dan teknik dokumentasi program. Penggunaan HIPO ini mempunyai sasaran utama sebagai berikut:
1.   Untuk menyediakan suatu struktur guna memahami fungsi-fungsi dari program.
2.   Untuk lebih menekankan fungsi-fungsi yang harus diselesaikan oleh program, bukannya menunjukkan statemen-statemen program yang digunakan untuk melaksanakan fungsi tersebut.
3.  Untuk menyediakan penjelasan yang jelas dari input yang harus digunakan dan output yang harus dihasilkan oleh masing-masing fungsi pada tiap-tiap tingkatan dari diagram-diagram HIPO.
4. Untuk menyediakan output yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan pemakai.


II. TEMPLATE / CARA MEMBUAT DAN CONTOHNYA





   Contohnya :




Dalam referensi lain dikatakan bahwa paket HIPO berisi tiga jenis diagram, yaitu :

Daftar Isi Visual/ Visual Tabel of Contents (VTOC), yang terdiri dari satu diagram hirarki atau lebih. Diagram ini menggambarkan hubungan dari fungsi-fungsi secara berjenjang Visual tabel of contents menggambarkan seluruh program HIPO baik rinci maupun ringkasan yang terstruktur. Pada diagram ini nama dan nomor dari program HIPO diitentifikasikan. Struktur paket diagram dan hubungan fungsi juga diidentifikasikan dalam bentuk hirarki. Keterangan masing-masing fungsi diberikan pada bagian penjelasan yang diikutsertakan dalam diagram ini.

Visual tabel of contents ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Diagram Ringkasan/ Overview Diagram yaitu suatu seri diagram fungsional. Masing-masing diagram dihubungkan dengan salah satu fungsi sistem.

  • Menunjukkan secara garis besar hubungan dari input, proses dan output
  • Bagian input menunjukkan item-item data yang akan digunakan oleh bagian proses
  • Bagian proses berisi sejumlah langkah-langkah yang menggambarkan kerja dari fungsi
  • Bagian output berisi dengan item-item data yang dihasilkan atau dimodifikasi oleh langkah-langkah proses
  • Diagram ringkasan menggambarkan fungsi dan referensi utama dari suatu sistem. Fungsi  dan referensi ini diperlukan oleh program untuk memperluas fungsi samapai uraian yang terkecil. Diagram ini berisi input, proses dan output dari fungsi khusus.
  • Input pada diagram ini berisis item-item data yang dipakai oleh proses, sedangkan proses merupakan urutan langkah-langkah yang menelaskan fungsi yang sedang dijalankan untuk menghasilkan suatu output. Output berisikan item-item data yang dihasilkan dan diubah oleh proses.
  • Anak panah pada diagram ringkasan dari input ke proses menunjukan hubungan antara item data di input dan langkah-langkah proses, sedangkan anak panah dari proses ke output menunjukan hubungan tahap-tahap proses dan item data output.


Gambar 5.
Diagram Rinci/ Detail Diagram yaitu suatu seri diagram fungsional dan masing-masing diagram dihubungkan dengan sebuah sub-fungsi sistem. Diagram rinci merupakan diagram yang paling rendah dalam diagram yang terdapat dalam paket HIPO. Diagram rinci berisi unsur-unsur paket dasar. Fungsi dari diagram ini adalah menjelaskan fungsi-fungsi khusus, menunjukan item-item output dan input yang khusus dan menunjukan diagram rinci lainnya.



III. CONTOH STUDI KASUS

Contoh ringkas tentang rancangan teknik top-down dengan HIPO untuk menentukan grade nilai, berdasarkan ketentuan sbb :Jika nilai >= 85 maka grade = ‘A’Jika nilai >= 75 maka grade = ‘B’Jika nilai >= 65 maka grade = ‘C’Jika nilai >= 50 maka grade = ‘D’Jika nilai   <50 maka grade = ‘E’

 3.1.1 Diagram Visual table of contents HIPO


 


3.1.2 Overwiew Diagram 0.0 HIPO
Input
Proses
Output
- Nim
- Nilai

1. Baca data   Nilai
2. Proses Tentukan  Grade
3. Cetak Grade
- Grade



Detail Diagram 0.0 HIPO
Input
Proses
Output
- Nim
- Nilai

1. - Baca data Nilai
   - Kirim data Nilai ke
     program utama
2. – Proses Tentukan Grade
   - Kirim data Grade ke
     program utama
3. - Cetak Grade
- Grade


3.1.3 Overwiew Diagram 1.0 HIPO
Input
Proses
Output
- Nim
- Nilai
Entry data Nilai
- Nim
- Nilai


Detail Diagram 1.0 HIPO
Input
Proses
Output
Data Nilai
Meliputi :
- NIM
- Nilai
Masukan data :
  Nim dan Nilai 

- NIM
- Nilai


3.1.4 Overwiew Diagram 2.0 HIPO
Input
Proses
Output
- Nilai
Tentukan Grade Nilai
- Grade

Detail Diagram 2.0 HIPO
Input
Proses
Output
- Nilai
Tentukan Grade Nilai :
Jika Nilai >= 85 maka
     Grade = ‘A’
Jika Nilai >= 75 maka
     Grade = ‘B’
Jika Nilai >= 65 maka
     Grade = ‘C’
Jika Nilai >= 50 maka
     Grade = ‘D’
Jika Nilai   <50 maka
      Grade = ‘E’
- Grade


3.1.5 Overwiew Diagram 3.0 HIPO
Input
Proses
Output
- Grade
Cetak Grade Nilai
- Grade


Detail Diagram 3.0 HIPO
Input
Proses
Output
- Grade
Cetak Grade Nilai
- Grade









http://literaturbook.blogspot.co.id/2014/05/pengertian-hipo-hierarchy-input-process.html

http://adiansusanto.blogspot.co.id/2011/12/definisi-diagram-hipo.html
http://belajar-barengan.blogspot.co.id/2013/05/ppl-desain-perancangan-dengan-hipo-chart.html
https://www.academia.edu/10768283/MAKALAH_ANALISIS_PERANCANGAN_SISTEM?auto=download



Sunday, March 12, 2017

Proposal Sistem Pergudangan Online PT. Mitra Amanah Computindo

Proposal Aplikasi
Sistem Pergudangan Online PT. Mitra Amanah Computindo

  1. Latar Belakang
Sistem informasi pada jaman sekarang merupakan hal yang tidak lazim lagi bagi sebuah perusahaan untuk memilikinya. Sebuah perusahaan kecil maupun besar yang memiliki data yang kiranya sudah tidak memungkinkan untuk dicatat secara manual harus segera mengupdate cara pembukuannya menjadi digital baik secara offline maupun online. 
PT Mitra Amanah Computindo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam persewaan peralatan tangga - tangga besi (Scaffolding) untuk mendukung pembangunan, perbaikan maupun renovasi Rumah - rumah dan Gedung - gedung. setidaknya ada 18 jenis item barang yang direntalkan oleh PT Mitra Amanah Computindo. Mengingat banyaknya item yang harus dikelola oleh bagian pergudangan (Inventory), berkaitan dengan keluar-masuknya barang akibat transaksi peminjaman, pengembalian, penambahan Item baru, pengurangan barang akibat rusak maupun hilang, maka perlu kiranya dibuat sistem kontrol barang "On-line" sehingga kondisi baru (terakhir) mulai dari jumlah barang tersisa, jumlah barang tersewa, jumlah barang rusak maupun tambahan barang baru bisa diketahui secara cepat dan akurat. 
  1. Maksud dan Tujuan
  1. Menghasilkan perangkat lunak untuk aplikasi Sistem Gudang On-Line yang memiliki fitur-fitur standar seperti menambah barang, menghapus barang, menampilkan inventarisasi barang dan pembuatan laporan dan sebagainya.
  2. Memudahkan pekerjaan administrator gudang, karena bisa mendapatkan informasi barang secara cepat dan akurat..
  3. Memudahkan pekerjaan up-date barang, karena ada penambahan barang baru  dan pengurangan barang akibat rusak maupun hilang. 
  1. Sasaran
Pemilik dan pegawai pergudangan dapat mendata barang-barang secara online sehingga tidak lagi harus membutuhkan banyak kertas dan buku
4. Standar Teknis
Standar teknis yang menjadi acuan aplikasi gudang online ini adalah :
    • MySQL.
        MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.
    • Relational Database Management System (RDBMS).
        MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu sistem database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.
    • Microsoft SQL Server.
        Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar. Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah kemampuannya untuk membuat basis data mirroring dan clustering. Pada versi sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh cacing komputer SQL Slammer yang mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.
    • DBASE.
        DBASE adalah sebuah sistem manajemen basisdata (DBMS) yang secara luas digunakan pada mikrokomputer yang dikenalkan oleh Ashton-Tate untuk komputer CP/M, dan kemudian untuk platform Apple II, Apple Macintosh dan IBM PC dengan DOS yang menjadi salah satu perangkat lunak yang paling laris selama beberapa tahun pada saat itu. Ketidakmampuan dBASE untuk bertransisi dengan sistem operasi yang lebih baru, Microsoft Windows pada akhirnya membuat penggunaan dBASE tergantikan oleh produk-produk lainnya yang lebih baru seperti Paradox, Clipper, FoxPro, dan Microsoft Access. kepemilikan dBASE pada akhirnya dijual ke Borland pada tahun 1991 dan pada tahun 1999 Borland menjual hak atas jajaran produk dBASE pada sebuah perusahaan baru dBASE Inc. Dimulai dari pertengahan tahun 1980-an banyak vendor membuat dialek ataupun variasi pada produk mereka ataupun pada bahasanya sendiri. Termasuk didalamnya FoxPro (sekarang dikenal sebagai Visual FoxPro), Quicksilver, Clipper, Xbase++, Flagship, dan Harbour. Mereka-meraka iniah yang secara informal dikenal atau disebut sebagai xBase atau XBase. Dasar file format dBASE, yang dikenal sebagai file .dbf, saat ini merupakan salah satu format yang luas digunakan oleh banyak aplikasi yang membutuhkan format sederhana untuk menyimpan data-data secara terstruktur. dBASE dilinsensikan pada penggunanya untuk jangka waktu lima puluh tahun dalam masa yang tidak mungkin bagi pengguna untuk mengoperasikan dBASE selama jangka waktu tersebut.
    • Clipper.
        Clipper adalah bahasa pemrograman komputer keluarga XBase yang digunakan untuk membuat program komputer utamanya yang berjalan pada sistem operasi DOS. Secara lebih spesifik, clipper umumnya digunakan untuk membuat program-program yang terkait dengan database/bisnis (contoh. akuntansi, manajemen simpan/pinjam, dan lain-lain). Sejarah Clipper pertama kali diperkenalkan pada tahun 1985 oleh Nantucket, yang kemudian dijual kepada Computer Assosiates, sebagai kompiler untuk dBASE III yang sangat populer pada masa itu. kompilasi kode-kode dBASE berarti mengubahnya dari kode interpretasi (kode sumber yang bisa dibaca oleh manusia), yang harus di interpretasikan oleh komputer setiap kali setiap baris dijalankan, menjadi P-code (atau pseudo-code), yang menggunakan Mesin Virtual untuk memproses p-code yang telah dikompilasi tersebut. Meskipun P-code tidak lebih cepat daripada kode mesin yang dihasilkan oleh kompiler bahasa lain (C++), namun secara keseluruhan P-code masih jauh lebih cepat dibandingkan interpreter.
    • Firebird.
        Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird di diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland.
    Modul-modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer's Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public Licensee 1.1.
  1. Lingkup Kegiatan
Secara umum lingkup kegiatan yang harus dilaksanakan oleh tim pengembang antara lain:

1. Penelitian          Penelitian merupakan elemen yang paling mendasar dari suatu proses bisnis. Berikut ini adalah suatu metodologi untuk merealisasikan proyek perangkat lunak “Sistem Gudang On-Line” pada PT. Rahayu Scaffoldings2. Studi Kelayakan (feasibility study)         Mempelajari proses bisnis yang berlangsung di PT. Rahayu Scaffoldings, mengidentifikasi  fungsi-fungsi bisnis yang diperlukan sehingga bisa disimpulkan kebutuhan aplikasi perangkat lunak secara pasti.3. Desain Fungsi (Design Function)       Melakukan desain sistem secara detail, mulai dari Context  DiagramData Flow Diagram (DFD),  desain file, desain tabel,  relasi tabel dsb sehingga membentuk sistem lengkap sesuai dengan fungsi-fungsi bisnis yang dikehendaki.4. Pemrograman (Programming)      Melakukan coding untuk merealisasikan desain fungsi yang telah dibuat. Jumlah bariscoding ini turut menentukan besar-kecilnya harga perangkat lunak yang dibuat.5.  Pengujian (Testing)       Dilakukan untuk mengetahui apakah pekerjaan pemrograman telah dilakukan secara benar sehingga bisa menghasilkan fungsi-fungsi yang dikehendaki. Pengujian juga dimaksudkan untuk mengetahui keterbatasan dan kelemahan program aplikasi yang dibuat untuk sebisa mungkin dilakukan penyempurnaan. 6. Pelatihan (Training)      Sebelum diserahterimakan ke user, pihak developer proyek perangkat lunak bertanggung jawab melatih  user atau operator PT. Rahayu Scaffoldings yang hendak mengoperasikan program aplikasi yang telah dibuat.  Pihak pengembang juga berkewajiban memberikan informasi yang benar dan terbuka sehingga tidak menyulitkan para pengguna di kemudian hari.   7. Pemeliharan (Maintenance)     Proyek perangkat lunak tidak bisa selesai begitu saja setelah diserahterimakan, tetapi masih berlanjut hingga tenggat waktu yang cukup untuk memastikan bahwa produk perangkat lunak yang telah diserahkan tersebut bisa beroperasi dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti.8. Dokumentasi (Dokumentation)     Dalam sebuah proyek bisa terdiri dari beberapa dokumen. Dokumen dibuat untuk melihat  kemajuan proyek yang sedang dikembangkan, sebagai referensi untuk troubleshooting bila terjadi kendala, sebagai pedoman operasional dsb. 

6. Keluaran
Keluaran yang dihasilkan adalah berupa sebuah aplikasi gudang online serta dokumentasi penunjang untuk memudahkan perawatan serta penggunaan aplikasi.
7. Waktu Pengerjaan
Waktu pengerjaan aplikasi ini selambat-lambatnya adalah 3 (tiga) bulan.

8. Identifikasi Permasalahan

  • Mendapatkan Laporan (Report) yang dikehendaki secara On-line.
  • Menampilkan inventaris Barang - barang secara On-line.
  • Menampilkan Deskripsi Barang - barang secara On-line.
  • File Maintenance secara On-line

9. Pengalaman Membangun Aplikasi

Beberapa pengalaman kami dalam membangun aplikasi antara lain Sistem Informasi Kos, Toko Online, dan Sistem Informasi PPDB Online.


10. Penutup

Demikian proposal Skylar.Co kepada PT. Mitra Amanah Computindo


CEO

Kania Amalia

Monday, February 27, 2017

Kerangka Acuan Kerja Sistem Pergudangan Online pada PT Mitra Amanah Computindo


A. Latar Belakang

PT Mitra Amanah Computindo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalan persewaan peralatan tangga - tangga besi (Scaffolding) untuk mendukung pembangunan, perbaikan maupun renovasi Rumah - rumah dan Gedung - gedung. setidaknya ada 18 jenis item barang yang direntalkan oleh PT Mitra Amanah Computindo, Seperti Pipe Support (TS-70, TS-90), Main Frame (t-190, t-170), StairCat WalkJack Base (t-60, t-40), U-Head (t-60, t-40), Cross Brace (p-200, p-193), Join PinLeader Frame (90, 60), Swimple ClampHorry Beam dan Pipe 6 meter. mengingat banyaknya item yang harus dikelola oleh bagian pergudangan (Inventory), berkaitan dengan keluar-masuknya barang akibat transaksi peminjaman, pengembalian, penambahan Item baru, pengurangan barang akibat rusak maupun hilang, maka perlu kiranya dibuat sistem kontrol barang "On-line" sehingga kondisi baru (terakhir) mulai dari jumlah barang tersisa, jumlah barang tersewa, jumlah barang rusak maupun tambahan barang baru bisa diketaui secara cepat dan akurat. 

B. Maksud dan Tujuan

  1. Menghasilkan perangkat lunak untuk aplikasi Sistem Gudang On-Line yang memiliki fitur-fitur standar seperti menambah barang, menghapus barang, menampilkan inventarisasi barang dan pembuatan laporan dan sebagainya.
  2. Memudahkan pekerjaan administrator gudang, karena bisa mendapatkan informasi barang secara cepat dan akurat..
  3. Memudahkan pekerjaan up-date barang, karena ada penambahan barang baru  dan pengurangan barang akibat rusak maupun hilang. 

C. Sasaran

Pemilik dan pegawai pergudangan dapat mendata barang-barang secara online sehingga tidak lagi harus membutuhkan banyak kertas dan buku

D. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa

Gudang Online PT. Mitra Amanah Computindo

E. Sumber Pendanaan

Sumber pendanaan dari perusahaan PT. Mitra Amanah Computindo untuk pembuatan aplikasi gudang onlnie adalah sebesar Rp. 500.000.000,00

F. Lingkup, Lokasi, Fasilitas dan Alih Pengetahuan


  1. Lingkup Kegiatan
    • Mengingat kendala berbagai macam media penyimpanan (storage), kinerja (performance) dan waktu responnya (time response), Master File Barang yang sudah ada tidak akan digunakan dalam  sistem on-line yang baru. Namun sistem lama tersebut masih dipakai dalam Batch Interface. Sebagai gantinya, beberapa bagian file tersebut disimpan dalam File Pilihan Barang.
    • Pengguna dapat mengetahui informasi barang yang ada seperti persediaan barang tertentu, jumlah barang dipesan, tanggal dipesan dsb. Juga tersedia fasilitas untuk menambahkan barang baru maupun menghapus barang yang sudah tidak dikehendaki ke File Pilihan Barang.
    • Kedua operasi terakhir dilakukan melalui Tabel Pilihan Barang yang menghubungkan item-item yang ada di File Pilihan Barang ke Master File Barang dan mengontrol suatu perhitungan record terakhir.
    •  Laporan ini minimal terdiri dari header dan rincian yang. memuat daftar barang persediaan dan yang dipesan.  Laporan Kontrol Pilihan juga bisa diberikan untuk membuat daftar semua perubahan pada File Pilihan Barang akibat transaksi bisnis yang terjadi
  1. Lokasi Kegiatan
    • Tempat Penelitian            : PT. Rahayu  Scaffoldings
      Alamat                                 : Jl. Karadenan – Bogor
  2. Fasilitas
    • Pengguna Jasa
      • Konsulitasi kebutuhan
      • Ikut dilibatkan pengembangan
    • Penyedia Jasa
      • Dokumentasi dan laporan mingguan
  3. Alih Pengetahuan
    • Training
    • Konsultasi

    G. Metodologi

    1. Metodologi Penelitian
              Metodologi merupakan elemen yang paling mendasar dari suatu proses bisnis. Berikut ini adalah suatu metodologi untuk merealisasikan proyek perangkat lunak “Sistem Gudang On-Line” pada PT. Rahayu Scaffoldings
    2. Tahap Penelitian
    3. Studi Kelayakan (feasibility study)
             Mempelajari proses bisnis yang berlangsung di PT. Rahayu Scaffoldings, mengidentifikasi  fungsi-fungsi bisnis yang diperlukan sehingga bisa disimpulkan kebutuhan aplikasi perangkat lunak secara pasti.
    4. Desain Fungsi (Design Function)
           Melakukan desain sistem secara detail, mulai dari Context  DiagramData Flow Diagram (DFD),  desain file, desain tabel,  relasi tabel dsb sehingga membentuk sistem lengkap sesuai dengan fungsi-fungsi bisnis yang dikehendaki.
    5. Pemrograman (Programming)
          Melakukan coding untuk merealisasikan desain fungsi yang telah dibuat. Jumlah bariscoding ini turut menentukan besar-kecilnya harga perangkat lunak yang dibuat.
    6.  Pengujian (Testing)
           Dilakukan untuk mengetahui apakah pekerjaan pemrograman telah dilakukan secara benar sehingga bisa menghasilkan fungsi-fungsi yang dikehendaki. Pengujian juga dimaksudkan untuk mengetahui keterbatasan dan kelemahan program aplikasi yang dibuat untuk sebisa mungkin dilakukan penyempurnaan. 
    7. Pelatihan (Training)
          Sebelum diserahterimakan ke user, pihak developer proyek perangkat lunak bertanggung jawab melatih  user atau operator PT. Rahayu Scaffoldings yang hendak mengoperasikan program aplikasi yang telah dibuat.  Pihak pengembang juga berkewajiban memberikan informasi yang benar dan terbuka sehingga tidak menyulitkan para pengguna di kemudian hari.   
    8. Pemeliharan (Maintenance)
         Proyek perangkat lunak tidak bisa selesai begitu saja setelah diserahterimakan, tetapi masih berlanjut hingga tenggat waktu yang cukup untuk memastikan bahwa produk perangkat lunak yang telah diserahkan tersebut bisa beroperasi dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti.
    9. Dokumentasi (Dokumentation)
         Dalam sebuah proyek bisa terdiri dari beberapa dokumen. Dokumen dibuat untuk melihat  kemajuan proyek yang sedang dikembangkan, sebagai referensi untuk troubleshooting bila terjadi kendala, sebagai pedoman operasional dsb. 

    H. Jangka Waktu Pelaksanaan

    Waktu Penelitian              : Agustus 2013 – Oktober 2013

    I. Kualifikasi

    1. Bersedia tidak menyebarluaskan data yang bersifat pribadi.
    2. Berkomitmen terhadap pekerjaan.
    3. Menggunakan metode yang baik.


      J. Tenaga Ahli

      Demi menunjang keberlangsungan pengembangan, maka dibutuhkan tenaga ahli sebagai berikut.
      1. Team Leader (1 orang)
        • Berpendidikan minimal S1 Teknik Informatika
      2. Web Engineer (2 orang)
        • Berpendidikan minimal S1 Teknik Informatika, dengan minimal pengalaman kerja selama 1 tahun.
      3. Trainer
        • Berpendidikan minimal S1 Teknik Informatika.
      4. Dokumentator
        • Berpendidikan minimal S1 Teknik Informatika.


        K. Keluaran

        Keluaran yang dihasilkan adalah berupa sebuah aplikasi gudang online serta dokumentasi penunjang untuk memudahkan perawatan serta penggunaan aplikasi.

        L. Pelaporan

        1. Laporan Pendahuluan
          • Rencana kerja
          • Jadwal kegiatan
          • Estimasi waktu selesai sebelum deadline
        2. Laporan Interim
          • Hasil yang sudah dicapai
          • Masalah pelaksanaan dan solusi
          • Rencana baru selanjutnya
        3. Laporan Akhir
          • Laporan mingguan
          • Keluaran proyek
        4. Laporan mingguan pada pertemuan rutin

        Sumber : http://shomadcoy.blogspot.co.id/2014/01/proposal-proyek-perangkat-lunak-sistem.html

        Fractal Tree